Imam Ibnu Hazm mengatakan:
"Aku berusaha meneliti suatu hal yang dicari oleh semua orang, ternyata saya tidak mendapati kecuali satu perkara, yaitu ketenangan dan hilangnya kegelisahan". (Mudawatun Nufus, hal. 76).
Tapi tahukah anda kiat untuk menggapainya?! Ketenangan hati dan kebahagiaan hakiki tidaklah diraih dengan melimpahnya harta, cantiknya wanita, tingginya pangkat dan tahta, popularitas dan karir yang wah, atau hiburan-hiburan semu yang bersifat sementara!
Betapa banyak hartawan, pengusaha, artis bahkan pelawak yang kelihatannya bahagia dan ceria tetapi hidupnya menjerit penuh luka!
Ketahuilah saudaraku, bahwa kebahagiaan dan ketentraman tidaklah diraih kecuali dengan keimanan dan amal sholeh berupa sholat, baca Al Quran, sedekah dan lain sebagainya. Bacalah firman Allah:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُون
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan". (QS. An-Nahl: 97)
Ibrahim bin Adham berkata: "Seandainya para raja dan anak-anak raja mengetahui kenikmatan hati kami, niscaya mereka akan menebas kami dengan pedang-pedang mereka!!". (Hilyatul Auliya, Abu Nuaim 7/370, az-Zuhud, al-Baihaqi 2/81).
📚 LENTERA DAKWAH
ㅤ
☕ Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕
Barakallah fikum.
✍️ Ditulis oleh Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi.
▪┈┈◈❂◉❖ ❁ ❖◉❂◈┈┈▪
NU, JIL, dan Syiah: Menimbang Arah Pemikiran Islam Kontemporer 📌 Oleh: Seorang pengamat awam yang peduli pada warisan Ahlus Sunnah wal Jama’ah Belakangan ini, banyak umat Islam yang mulai mempertanyakan arah gerak pemikiran dalam tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia: Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini tak lepas dari sejumlah tokoh berpengaruh yang kini berada dalam lingkaran kepemimpinan, seperti Gus Yahya Cholil Staquf dan Gus Ulil Abshar Abdalla, yang dinilai memiliki kecenderungan pemikiran liberal. ✍️ Dari Pesantren ke Diskursus Filsafat? NU sejak awal berdiri berdasar pada prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah, berpijak pada mazhab fiqh empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali), akidah Asy’ariyah dan Maturidiyah, serta tasawuf al-Ghazali. Tradisi pesantrennya kuat dan berakar dalam kultur masyarakat. Namun kini, sebagian pengamat menyaksikan adanya pembukaan wacana yang lebih rasional, kontekstual, bahkan mendekati liberal—terutama dari tokoh-tokoh intelektual NU seperti Gus Ul...
Komentar
Posting Komentar